Kisah Rasulullah yang Harus Diteladani Umat Islam

  • 2 min read
  • Mar 25, 2021
Kisah Rasulullah

Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul saat berusia 40 tahun. Ini bertepatan dengan turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril di Gua Hiro. Lalu turunlah surat Al-Muddatsir ayat 1-7 setelah wahyu pertama, yang mana berisi perintah Allah swt agar Rasulullah berdakwah menyiarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia. Ajaran-ajaran yang disampaiakan oleh Rasulullah SAW pada awal kenabiannya berisi tentang Keesaan Allah swt, hari kiamat sebagai hari pembalasan, kesucian jiwa dan persaudaraan dan persatuan.

Rasulullah SAW mempunyai dua strategi dakwah, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi dan dakwah secara terang-terangan. Dakwah secara sembunyi-sembunyi menyerukan agama islam kepada para kerabat, sahabat, hingga orang-orang sekitar rumah tangganya. Sedangkan dakwah secara terang-terangan dimulai sejak tahun ke-4 kenabian setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah supaya masyarakat Arab mampu meninggalkan kejahiliyannya dalam bidang agama, moral dan hukum, sehingga menjadi umat yang mempercayai kebenaran utusan Allah swt dan ajaran agama Islam yang disampaikannya sekaligus agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentunya dalam menyampaikan dakwah, Rasulullah menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Seperti, Rasulullah tengah mendirikan salat tanpa diduga kaum Quraisy melemparinya dengan jeroan kambing dan juga kerap kali diludahi oleh mereka. Lalu Rasulullah pernah dicekik oleh kaum Quraisy yang bernama Uqbah bin Abi Muith saat sedang salat di Masjid al Haram. Cekikan itu sangat kuat sehingga membuat Rasulullah hampir tidak bisa bernapas, seketika Rasulullah tersungkur tak berdaya menahan cekikan tersebut. Sebenarnya, Uqbah adalah salah satu orang yang nyaris memeluk agama Islam. Akan tetapi niat Uqbah dijegal oleh sahabat dekatnya Abu Jahal. Ancaman kaum Quraisy bukanlah ancaman yang main-main, sudah berapa kali kaum Quraisy ingin membunuh Rasulullah. Penyebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW di antaranya, karena keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang, mereka menolak adanya kehidupan setelah kematian, mereka berat meninggalkan agama dan tradisi hidup masyarakat warisan leluhur mereka, dan mereka menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW sebab Islam melarang menyembah berhala.

Meskipun melalui berbagai ujian dan cobaan yang sangat berat, Rasulullah melaluinya dengan ikhlas dan tetap berpegang teguh pada agama-Nya, meskipun banyak tawaran-tawaran duniawi dari orang kafir seperti tawaran jabatan, harta, dan wanita. Akan tetapi Rasulullah dengan tegas menolaknya. Jalan dakwah ini jauh lebih berharga daripada hal dunia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW merupakan salah satu dari lima rasul ulul azmi, yang mana pada saat menyampaikan ajaran Allah swt mengalami berbagai macam cobaan dan penderitaan, namun tetap memiliki kesabaran yang luar biasa. Rasulullah juga diberi mukjizat oleh Allah swt saat peristiwa Isra Miraj, saat Jibril mendatangkan Buroq untuk Nabi Muhammad. Buroq adalah sejenis binatang berwarna putih dengan dua sayap di antara kakinya yang dapat melesat secepat kilat. Rasulullah kemudian mengendarainya dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis. Di tengah perjalanan, Jibril mengajak Rasulullah singgah di tempat-tempat yang memiliki nilai historis. Rasulullah dan Jibril kemudian menaiki tangga Miraj yang membawa mereka menembus langit pertama. Di sana, beliau dipertemukan dengan Nabi Adam AS. Di langit kedua, Rasulullah melihat Nabi Isa bin Maryam dan Nabi Yahya bin Zakaria. Sedangkan di langit ketiga beliau bertemu Nabi Yusuf. Di langit keempat, Nabi Idris menyambutnya. Kemudian Rasulullah naik lagi hingga langit kelima dan bertemu dengan Harun AS. Setelah itu naik lagi hingga langit keenam dan bertemu dengan Musa AS. Di langit ketujuh, Rasulullah melihat Baitul Makmur dan di sanalah beliau bertemu Nabi Ibrahim AS.